Rabu, 28 September 2016

Jenis-Jenis Penelitian

Karya Ilmiah
Jenis-Jenis Penelitian
A. Berdasarkan Penggunaan Hasil
1. Penelitian murni ( pure research atau basic research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan konsep, mengembangkan teori, menguji hipotesis, atau menguji kebenaran suatu teori.
2. Penelitian terapan ( applied research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah atau penyakit masyarakat tertentu. Kegunaannya bersifat praktis, yaitu untuk mengatasi persoalan yang harus segera dipecahkan.
3. Penelitian aksi ( action research )               
Penelitian ini bermaksud untuk mengatasi masalah dengan cara memberikan tindakan-tindakan nyata.
4. Penelitian kebijakan ( policy research )penelitian ini dimaksudkan berdasarkan data yang ada dapat dirumuskan suatu kebijakan tertentu. Kebijakan dapat berupa peraturan, undang-undang, surat keputusan, dan lain sebagainya yang memiliki kekuatan hukum tersebut.
5. Penelitian evaluasi ( evaluation research )
Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai suatu program, kegiatan, atau kebijakan yan ditujukan untuk mengintervensi masyarakat.
1. Penelitian murni ( pure research atau basic research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan konsep, mengembangkan teori, menguji hipotesis, atau menguji kebenaran suatu teori.
2. Penelitian terapan ( applied research )
Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah atau penyakit masyarakat tertentu. Kegunaannya bersifat praktis, yaitu untuk mengatasi persoalan yang harus segera dipecahkan.
3. Penelitian aksi ( action research )
Penelitian ini bermaksud untuk mengatasi masalah dengan cara memberikan tindakan-tindakan nyata.
4. Penelitian kebijakan ( policy research )penelitian ini dimaksudkan berdasarkan data yang ada dapat dirumuskan suatu kebijakan tertentu. Kebijakan dapat berupa peraturan, undang-undang, surat keputusan, dan lain sebagainya yang memiliki kekuatan hukum tersebut.
5. Penelitian evaluasi ( evaluation research )
Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai suatu program, kegiatan, atau kebijakan yan ditujukan untuk mengintervensi masyarakat.

B. Berdasarkan Tujuan
1. Penelitian Eksploratoris                                        
Penelitian ini dilakukan bilamana sebuah penelitian tidak familiar dengan masalah yang diteliti. Topik yang diteliti masih relatif baru dan literatur atau hasil penelitian yang membahas masalah tersebut masih langka.
2. Penelitian Deskriptif
Penelitian ini bermaksud untuk memberikan uraian mengenai suatu gejala sosial yang di teliti. Penelitian ini mendeskripsikan suatu gejala berdasarkan indikator-indikator yang dijadikan dasar dari ada tidaknya suatu gejala yang diteliti.
3.Penelitian Eksplanatoris                    
Penelitian ini untuk menjawab apakah suatu gejala sosial tertentu berhubungan dengan gejala sosial yang lain atau apakah suatu variable berhubungan dengan variable yang lain. Maksud dari penelitian ini sebenarnya untuk menguji hipotesis yang diketengahkan oleh peneliti.

C. Berdasarkan Metode
Dibedakan atas dasar metode utamanya yang dipakai
1.      Penelitian Survei
Penelitian ini mengumpulkan data terhadap sejumlah individu yang dianggap representative mewakili populasinya untuk memperoleh sejumlah nilai-nilai tertentu atas sejumlah variable yang dipilih.
2.      Penelitian Kasus
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari segala gejala-gejala sosial melalui analisis yang terus menerus tentang kasus yang dipilih. Kasusnya bisa jadi individu, kelompok, suatu episode, suatu proses, suatu komunitas, suatu masyarakat.
3.      Penelitian eksperimental
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat antar dua variabel atau lebih dengan memberikan perlakuan tertentu pada kelompok eksperimental. Didalam penelitian sosial biasanya tidak dapat melakukan kegiatan penelitian ekperimental sungguhan karena tidak mungkin untuk mengontrol seluruh variable yang mempengaruhi timbulnya suatu akibat.
4.      Penelitian Grounded (grounded research)
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teori yang ditarik secara induktif dari studi yang mendalam.
Menurut buku Metode Penelitian Sosial ( Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya ) yang ditulis oleh Dr. Irawan Soehartono. Jenis penelitian yang disebutkan dalam buku ini hanya ada beberapa saja, antara lain :
1. Penelitian Pekerjaan Sosial
Penelitian ini berfungsi untuk memberikan sumbangan bagi pengembangan pengetahuan yang dapat dipercaya untuk melayani tujuan dan cara-cara kerja pekerja sosial dalam semua cabangnya. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian sosial. Pengertian penelitian sosial sendiri adalah penelitian yang berfungsi melayani pengembangan ilmu-ilmu sosial.
2. Penelitian Eksplortori ( penjajagan ) atau Penelitian formulatif
Penelitian yang bertujuan untuk lebih mengenal atau memperoleh pandangan baru tentang suatu gejala, yang seringkali untuk dapat merumuskan masalah penelitian dengan lebih tepat atau untuk dapat merumuskan hipotesa.
3. Penelitian Deskriptif
Penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dengan lebih teliti ciri-ciri individu, situasi, atau kelompok. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan frekuensi terjadinya sesuatu atau hubungan sesuatu dengan sesuatu yang lain.
4. Penelitian Survei
Penelitian survei adalah penelitian pengamatan yang berskala besar yang dilakukan pada kelompok-kelompok manusia. Yang dimaksud pengamatan disini tidak hanya terbatas pada pengamatan dengan penglihatan, tetapi yang dimaksud adalah bahwa data yang dikumpulkan tidak sengaja ditimbulkan oleh peneliti seperti yang dilakukan dalam eksperimen.


1. Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini menggunakan data berupa angka. Di dalam penelitian kuantitatif terdapat tiga tipe analisis , yaitu:
a. Analisis utama / primer ( primary analysis ) : merupakan analisis asli yang dilakukan oleh peneliti yang menghasilkan temuan tentang topik spesifik. Dengan kata lain analisis primer adalah suatu analisis yang mempertimbangkan data / informasi utama yang diperoleh dalam suatu penelitian.
b. Analisis sekunder atau analisis data sekunder ( secondary analysis ) : merupakan suatu analisis tentang temuan-temuan yang ada dari peneliti lain yang mungkin menggunakan metode yang berbeda dan lebih halus. Dengan kata lain, analisis ini memfokuskan pada data yang telah dikumpulkan/disusun dan dianalisis serta melakukan suatu analisis kedua atau ketiga kalinya.
c. Meta-analysis  : yaitu suatu analisis tentang data atau informasi yang telah dikumpulkan/ disusun dan dianalisis dari beberapa studi.
2. Penelitian Kualitatif
Merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata – kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik khusus, antara lain :
a. Bersifat induktif : yaitu berdasar pada prosedur logika yang berawal dari proposisi khusus sebagai hasil pengamatan dan berakhir pada suatu kesimpulan hipotesis yang bersifat umum.
b. Melihat pada setting dan manusia sebagai satu kesatuan, yaitu mempelajari manusia dalam konteks dan situasi dimana mereka berada.
c. Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri ( sudut pandang yang diteliti )
d. Lebih mementingkan proses penelitian daripada hasil penelitian.
e. Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia empiris.
f. Bersifat humanistis: yaitu memahami secara pribadi orang yang diteliti dan ikut mengalami apa yang dialami orang yang diteliti dalam kehidupan sehari-hari.
g. Semua aspek kehidupan sosial dan manusia dianggap berharga dan penting untuk dipahami karena dianggap bersifat spesifik dan unik.

D. Berdasarkan Pendekatan
1.     Pendekatan Longitudinal
Pada metode ini, sample subjek yang sama dipelajari dalam waktu tertentu. Metode ini memungkinkan adanya penyelidikan intensif terhadap individu karena peneliti menyimpulkan data tentang subjek yang sama pada berbagai tingkatan. Kelemahan metode ini, antara lain:
a)      Menuntut adanya komitmen dari individu atau lembaga yang bersedia menyediakan waktu, uang dan sumber daya lainnya selama beberapa tahun.
b)      Jika dampel yang dipilih jelek, tak ada yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.
c)      Tidak dapat menambah variabel baru.
d)     Sulitnya mempertahankan kerjasama subjek dalam waktu yang lama.( diunduh pada minggu 7 april 2013 pukul 21:25)

1.     Pendekatan Cross-sctional
Metode ini meliputi lebih banyak subjek, tetapi mencandra faktor-faktor pertumbuhan yang lebih sedikit. Kelemahan dari metode ini adalah:
ü  Perbedaan yang ada pada sampel-sampel  dapat membuat penyidikan ini sangat luas.
ü  Kemungkinan adanya variabel luar yang telah menimbulkan perbedaan diantara populasi-populasi yang ditarik sampelnya. (diunduh pada minggu 7 april 2013 pukul 21:25)

Menurut pendekatannya, penelitian dapat digolongkan meliputi metode survey,case study, neutralistik, policy research, action research, evaluasi dan sejarah yang dapat diuraikan sebagai berikut :
v  Survey Resarch yaitu penelitian yang menggunakan metode survei berfungsi untuk mengambil generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam.
v  Case study yaitu penelitian untuk merumuskan suatu kasus atau kejadian dengan menggunakan prinsip logika kausalitas (sebab akibat).
v   Experimental yaitu penelitian dengan melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel tertentu terhadap variabel yang lain secara terkontrol. Untuk menghindarkan adanya kemungkinan faktor penganggu atau pengaruh variabel lain maka percobaan dilakukan dilaboratorium.
v  Naturalistic reseach yaitu penelitian pada kondisi objek ilmiah.
v  Policy research yaitu penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar. Dan memerlukan analisa yang mendalam sehingga hasil penelitian dapat melakukan prediksi. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada pembuat keputusan yang berguna dalam hal perencanaan.
v  Action research yaitun pengujian prosedur yang mengikat tindakan suatu individu atau kelompok yang akan menghasilkan perubahan perilaku, situasi dan organisasi.guna untuk mengetahui tindakan yang dihasilkan suatu prosedur.
v  Evaluation research yaitu untuk membandingkan suatu kegiatan, kejadian dan produk dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bersifat memberikan penilaian.
v  Historical research (sejarah) yaitu berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian dimasa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah masa lalu. (dalam awangga.N.suryaputra,2007.Desain Proposal Penelitian. Yogyakarta: pyramid publisher)

E. Berdasarkan Bidang Ilmu
Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah penelitian terhadap pendidikan, keteknikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan dan sebagainya.
Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Penelitian deduktif diarahkan oleh hipotesis yang kemudian teruji atau tidak teruji selama proses penelitian. Penelitian induktif diarahkan oleh keingintahuan ilmiah dan upaya peneliti dikonsentrasikan pada prosedur pencarian dan analisis data (Buckley dkk., 1976: 23).      
Penelitian ditinjau dari bidang ilmu yang diteliti yaitu :
·        Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: Ekonomi, Pendidikan, Hukum, dsb.
·        Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.
·        Engineering

F. Berdasarkan Tempat Penelitian
Penelitian yang paling banyak dilakukan adalah penelitian kancah atau penelitian lapangan. Sesuai dengan bidangnya, maka kancah penelitian akan berbeda-beda tempatnya. Peneitian pendidikan mempunyai kancah bukan saja disekolah tetapi dapat dapat dikeluarga, masyarakat, pabrik, rumah sakit, asal semua mengarah terhadap tercapainya tujuan pendidikan.
1.    Penelitian Kepustakaan (libarary research), yaitu penelitian yang dilaksanakan di perpustakaan.
2.    Penelitian laboratrium (laboratory research), yaitu penelitian yang dilaksanakan di laboratorium. Penelitian ini sering digunakan dalam penelitian eksperimen.
3.    Penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian ang dilaksanakan di suatu tempat, dan tempat itu diluar perpustakaan dan laboratorium.

G. Berdasarkan Waktu Penelitian
Berdasarkan dimensi waktu, kita bisa membedakan penelitian menjadi penelitian cross-sectional dan penelitian longitudinal. Untuk membedakan antara keduanya, kita bisa menggunakan pertanyaan apakah penelitian yang kita lakukan akan diperbandingkan dengan penelitian lain yang dilakukan dalam waktu yang berbeda atau tidak? Jika ya, kita bisa katakan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian longitudinal, sedangkan jika tidak, penelitian tersebut merupakan penelitian cross-sectional.
1.      Penelitian Cross-sectional
Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu. Penelitian ini hanya digunakan dalam waktu yang tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain di waktu yang berbeda untuk diperbandingkan.
Satu hal yang perlu diingat bahwa pengertian satu waktu tertentu tidak bisa hanya dibatasi pada hitungan minggu, hitungan bulan, atau hitungan tahun saja. Tidak ada batasan yang baku untuk menunjukkan satu waktu tertentu. Akan tetapi, yang digunakan adalah bahwa penelitian itu telah selesai. Dengan demikian, bisa saja seorang melakukan penelitian di bulan Januari, kemudian karena ada keperluan mendesak, pada bulan Februari dan Maret, ia kembali ke rumahnya. Pada Bulan April, ia kembali lagi ke lapangan untuk meneruskan mengumpulkan data. Sekalipun penelitian mendatangi lokasi penelitian sebanyak dua kali, ia tetap dikategorikan melalukan penelitian cross-sectional. Dengan demikian, konsep satu waktu tertentu dalam satu penelitianlah yang digunakan untuk menentukan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian cross-sectional.
2.      Penelitian Longitudinal
Penelitian jenis ini dilakukan antarwaktu. Dengan demikian, setidaknya terdapat dua kali penelitian dengan topik atau gejala yang sama, tetapi dilakukan dalam waktu yang berbeda. Ingat bahwa tidak berarti jika ada dua penelitian yang dilaklukan dalam waktu yang berbeda dengan topik yang sama selalu dikategorikan ke dalam penelitian longitudinal, tetapi ada katakunci yangharus dipegang, yaitu adanya upaya perbandingan antara hasil penelitian. Dengan kata lain, penelitian longitudinal sudah direncanakan sejak awal penelitian, dan bukannya secara kebetulan terjadi.
Apa contoh penelitian yang bukan penelitian longitudinal? Misalnya saja tahun 2000 ada seorang peneliti yang melakukan penelitian tentang Perusahaan Ansur. Tahun 2004 ternyata ada seorang peneliti yang sama. Kedua penelitian ini tidak bisa dikategorikan ke dalam penelitian longitudinal karena masing-masing berjalan sendiri. Kita bisa kategorikan terdapat dua penelitian cross-sectional. Penelitian longitudinal merupakan penelitian yang mencoba melihat perubahan yang terjadi. Penelitian longitudinal bisa kita bagi lagi ke dalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut :
a.       Penelitian kecenderungan, yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama dengan waktu yang berbeda, serta responden atau informan yang berbeda. Contoh yang paling sederhana adalah penelitian tentang gaya hidup. Kita akan melakukan penelitian tentang gaya hidup dengan melakukan perbandingan antara gaya hidup di tahun 70-an dengan gaya hidup di tahun 90-an. Orang-orang yang diteliti bisa saja berbeda, tetapi gejala atau topik yang diteliti adalah sama.
b.      Penelitian panel, yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama dengan waktu yang berbeda, dan responden atau informan yang sama. Dengan penelitian ini, seseorang akan diteliti minimal sebanyak dua kali. Misalnya saja kita ingin melihat bagaimana pilihan responden terhadap presiden sebelum putaran pertama dan setelah putaran kedua. Orang-orang yang diteliti merupakan orang yang sama. Permasalahan yang sering kali muncul dalam penelitian ini adalah jika jangka waktu antara penelitian yang satu dengan penelitian yang lain berdurasi cukup lama sehingga ada kemungkinan responden yang dulu dijadikan sampel, kini sudah tidak bisa ditemui lagi, misalnya karena sudah meninggal dunia atau bisa juga karena sudah pindah rumah.
c.       Penelitian kohort, yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama, yang dilakukan pada waktu yang berbeda dengan responden atau informan yang memiliki karakteristik yang sama. Dengan demikian, orang-orang yang diteliti berbeda, tetapi mereka memilili ciri-ciri yang sama. Ciri-ciri ini bisa berbentuk apapun juga. Bisa saja mereka memiliki kesamaan pengalaman hidup, kesamaan tempat tinggal, kesamaan keturunan, kesamaan latar belakang pekerjaan, dan sebagainya. Misalnya kita akan melakukan penelitian di tahun 1990 kepada orang-orang yang berusia 45 tahun. Tahun 2000 kita melakukan penelitian yang sama dengan orang-orang yang berusia 55 tahun. Karakteristik apa yang sama? Mereka adalah orang-orang yang lahir pada tahun 1945.
Tabel 3.1. Ciri-ciri Penelitian Longitudinal
Topik
Waktu
Subjek/Objek penelitian
Trend study
sama
beda
beda
Panel study
sama
beda
sama
Cohort study
sama
beda
karakteristik sama
Dengan demikian, karakteristik yang sama adalah tahun kelahiran. Tidak hanya itu, ternyata peneliti menginginkan agar semua orang yang diteliti pada tahun 1965 berusia 20 tahun sehingga dapat mengetahui tentang kejadian pemberontakan G 30 S PKI, dan sama-sama mengalaminya.

H. Berdasarkan Taraf Penelitian
 a. Penelitian deskriptif
· Hanya menggambarkan keadaan objek.
· Analis kualitatif
· Tanpa pengujian hipotesis
b. Penelitian inferensial
· Penarikn kesimpulan dengan pengujian hipotesis
Oleh :M. Anshar Amran (NIM. 35106001), Mahasiswa Program Doktor, Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika, Sekolah Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung
8. Penelitian berdasarkan bidang ilmu
a. Penelitian Esakta
· Penelitian esakta lebih mengutamakan data dari hasil-hasil eksperimen.
· Penelitian ini sebagian besar dengan perhitungan-perhitungan dan analisis kuantitatif. Dapat diadakan kapan saja, dan bila di tes lagi, peluang terjadi persamaan lebih besar. Dengan kata lain, generalisasikan dapat diterapkan pada penelitian lain, sejauh variabelnya sama. Contohnya, daya tembus sinar radioaktif (α, β, γ). Dibagi menjadi beberapa disiplin ilmu, yaitu
–          Biologi –          Astronomi
–          Kimia –          Geologi
–          Fisika –          Geografi
–          Kedokteran
b. Penelitian non-Esakta
· Penelitian non-esakta lebih menekankan pada pola-pola hubungan dan tatanan dalam masyarakat.
· Kejadian bersifat situasional dan dinamis, tergantung pada kondisi sosiokultural masyarakat. Pengolahan data menggunakan analisis kualitatif Sulit digeneralisasikan meskipun variael-variabelnya sama. Contohnya, penelitian mengenai budaya masyarakat migran, presepsi masyarakat terhadap modernisasi. Dibagi menjadi beberapa bidang ilmu diantaranya
–          Agama/Teologi –          Pendidikan
–          Sejarah –          Psikologi
–          Antropologi –          Filsafat
–          Sosiologi





Sumber


Tidak ada komentar:

Posting Komentar