Karya
Ilmiah
Jenis-Jenis Penelitian
A. Berdasarkan Penggunaan Hasil
1. Penelitian
murni ( pure research atau basic research )
Kegiatan
penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan konsep, mengembangkan teori,
menguji hipotesis, atau menguji kebenaran suatu teori.
2. Penelitian
terapan ( applied research )
Kegiatan
penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah atau penyakit masyarakat
tertentu. Kegunaannya bersifat praktis, yaitu untuk mengatasi persoalan yang
harus segera dipecahkan.
3.
Penelitian aksi ( action research )
Penelitian ini
bermaksud untuk mengatasi masalah dengan cara memberikan tindakan-tindakan
nyata.
4. Penelitian
kebijakan ( policy research )penelitian ini dimaksudkan berdasarkan data yang
ada dapat dirumuskan suatu kebijakan tertentu. Kebijakan dapat berupa
peraturan, undang-undang, surat keputusan, dan lain sebagainya yang memiliki
kekuatan hukum tersebut.
5. Penelitian
evaluasi ( evaluation research )
Penelitian ini
dimaksudkan untuk menilai suatu program, kegiatan, atau kebijakan yan ditujukan
untuk mengintervensi masyarakat.
1. Penelitian
murni ( pure research atau basic research )
Kegiatan
penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan konsep, mengembangkan teori,
menguji hipotesis, atau menguji kebenaran suatu teori.
2. Penelitian
terapan ( applied research )
Kegiatan
penelitian ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah atau penyakit masyarakat
tertentu. Kegunaannya bersifat praktis, yaitu untuk mengatasi persoalan yang
harus segera dipecahkan.
3. Penelitian
aksi ( action research )
Penelitian ini
bermaksud untuk mengatasi masalah dengan cara memberikan tindakan-tindakan
nyata.
4. Penelitian
kebijakan ( policy research )penelitian ini dimaksudkan berdasarkan data yang
ada dapat dirumuskan suatu kebijakan tertentu. Kebijakan dapat berupa
peraturan, undang-undang, surat keputusan, dan lain sebagainya yang memiliki
kekuatan hukum tersebut.
5. Penelitian
evaluasi ( evaluation research )
Penelitian ini
dimaksudkan untuk menilai suatu program, kegiatan, atau kebijakan yan ditujukan
untuk mengintervensi masyarakat.
B. Berdasarkan
Tujuan
1. Penelitian Eksploratoris
Penelitian ini dilakukan bilamana
sebuah penelitian tidak familiar dengan masalah yang diteliti. Topik yang
diteliti masih relatif baru dan literatur atau hasil penelitian yang membahas
masalah tersebut masih langka.
2. Penelitian Deskriptif
Penelitian ini bermaksud untuk
memberikan uraian mengenai suatu gejala sosial yang di teliti. Penelitian ini
mendeskripsikan suatu gejala berdasarkan indikator-indikator yang dijadikan
dasar dari ada tidaknya suatu gejala yang diteliti.
3.Penelitian Eksplanatoris
Penelitian ini untuk menjawab apakah
suatu gejala sosial tertentu berhubungan dengan gejala sosial yang lain atau
apakah suatu variable berhubungan dengan variable yang lain. Maksud dari
penelitian ini sebenarnya untuk menguji hipotesis yang diketengahkan oleh
peneliti.
C. Berdasarkan Metode
Dibedakan atas dasar metode utamanya yang dipakai
1.
Penelitian Survei
Penelitian ini mengumpulkan data
terhadap sejumlah individu yang dianggap representative mewakili populasinya
untuk memperoleh sejumlah nilai-nilai tertentu atas sejumlah variable yang
dipilih.
2.
Penelitian Kasus
Penelitian ini bertujuan untuk
mempelajari segala gejala-gejala sosial melalui analisis yang terus menerus
tentang kasus yang dipilih. Kasusnya bisa jadi individu, kelompok, suatu
episode, suatu proses, suatu komunitas, suatu masyarakat.
3.
Penelitian eksperimental
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat antar dua variabel
atau lebih dengan memberikan perlakuan tertentu pada kelompok eksperimental.
Didalam penelitian sosial biasanya tidak dapat melakukan kegiatan penelitian
ekperimental sungguhan karena tidak mungkin untuk mengontrol seluruh variable
yang mempengaruhi timbulnya suatu akibat.
4.
Penelitian Grounded (grounded research)
Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan teori yang ditarik secara induktif dari studi yang mendalam.
Menurut buku Metode Penelitian Sosial
( Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya )
yang ditulis oleh Dr. Irawan Soehartono. Jenis penelitian yang disebutkan dalam
buku ini hanya ada beberapa saja, antara lain :
1. Penelitian Pekerjaan Sosial
Penelitian ini berfungsi untuk
memberikan sumbangan bagi pengembangan pengetahuan yang dapat dipercaya untuk
melayani tujuan dan cara-cara kerja pekerja sosial dalam semua cabangnya.
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian sosial. Pengertian penelitian
sosial sendiri adalah penelitian yang berfungsi melayani pengembangan ilmu-ilmu
sosial.
2. Penelitian Eksplortori ( penjajagan
) atau Penelitian formulatif
Penelitian yang bertujuan untuk lebih
mengenal atau memperoleh pandangan baru tentang suatu gejala, yang seringkali
untuk dapat merumuskan masalah penelitian dengan lebih tepat atau untuk dapat
merumuskan hipotesa.
3. Penelitian Deskriptif
Penelitian yang bertujuan untuk
menggambarkan dengan lebih teliti ciri-ciri individu, situasi, atau kelompok.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan frekuensi terjadinya
sesuatu atau hubungan sesuatu dengan sesuatu yang lain.
4. Penelitian Survei
Penelitian survei adalah penelitian
pengamatan yang berskala besar yang dilakukan pada kelompok-kelompok manusia.
Yang dimaksud pengamatan disini tidak hanya terbatas pada pengamatan dengan
penglihatan, tetapi yang dimaksud adalah bahwa data yang dikumpulkan tidak
sengaja ditimbulkan oleh peneliti seperti yang dilakukan dalam eksperimen.
1. Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini menggunakan data berupa angka. Di dalam
penelitian kuantitatif terdapat tiga tipe analisis , yaitu:
a. Analisis utama / primer ( primary analysis ) :
merupakan analisis asli yang dilakukan oleh peneliti yang menghasilkan temuan
tentang topik spesifik. Dengan kata lain analisis primer adalah suatu analisis
yang mempertimbangkan data / informasi utama yang diperoleh dalam suatu
penelitian.
b. Analisis sekunder atau analisis data sekunder (
secondary analysis ) : merupakan suatu analisis tentang temuan-temuan yang ada
dari peneliti lain yang mungkin menggunakan metode yang berbeda dan lebih
halus. Dengan kata lain, analisis ini memfokuskan pada data yang telah
dikumpulkan/disusun dan dianalisis serta melakukan suatu analisis kedua atau
ketiga kalinya.
c. Meta-analysis : yaitu suatu analisis tentang
data atau informasi yang telah dikumpulkan/ disusun dan dianalisis dari
beberapa studi.
2. Penelitian Kualitatif
Merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif
mengenai kata – kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati
dari orang-orang yang diteliti. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik
khusus, antara lain :
a. Bersifat induktif : yaitu berdasar pada prosedur
logika yang berawal dari proposisi khusus sebagai hasil pengamatan dan berakhir
pada suatu kesimpulan hipotesis yang bersifat umum.
b. Melihat pada setting dan manusia sebagai satu
kesatuan, yaitu mempelajari manusia dalam konteks dan situasi dimana mereka
berada.
c. Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka
sendiri ( sudut pandang yang diteliti )
d. Lebih mementingkan proses penelitian daripada hasil
penelitian.
e. Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan
pada dunia empiris.
f. Bersifat humanistis: yaitu memahami secara pribadi
orang yang diteliti dan ikut mengalami apa yang dialami orang yang diteliti
dalam kehidupan sehari-hari.
g. Semua aspek kehidupan sosial dan manusia dianggap
berharga dan penting untuk dipahami karena dianggap bersifat spesifik dan unik.
D. Berdasarkan Pendekatan
1. Pendekatan Longitudinal
Pada metode
ini, sample subjek yang sama dipelajari dalam waktu tertentu. Metode ini
memungkinkan adanya penyelidikan intensif terhadap individu karena peneliti
menyimpulkan data tentang subjek yang sama pada berbagai tingkatan. Kelemahan
metode ini, antara lain:
a)
Menuntut adanya komitmen dari individu atau lembaga yang bersedia menyediakan
waktu, uang dan sumber daya lainnya selama beberapa tahun.
b)
Jika dampel yang dipilih jelek, tak ada yang bisa dilakukan untuk
memperbaikinya.
c)
Tidak dapat menambah variabel baru.
d)
Sulitnya mempertahankan kerjasama subjek dalam waktu yang lama.( diunduh pada
minggu 7 april 2013 pukul 21:25)
1. Pendekatan Cross-sctional
Metode ini
meliputi lebih banyak subjek, tetapi mencandra faktor-faktor pertumbuhan yang
lebih sedikit. Kelemahan dari metode ini adalah:
ü
Perbedaan yang ada pada sampel-sampel dapat membuat penyidikan ini sangat
luas.
ü
Kemungkinan adanya variabel luar yang telah menimbulkan perbedaan diantara
populasi-populasi yang ditarik sampelnya. (diunduh pada minggu 7 april 2013
pukul 21:25)
Menurut
pendekatannya, penelitian dapat digolongkan meliputi metode survey,case study,
neutralistik, policy research, action research, evaluasi dan sejarah yang dapat
diuraikan sebagai berikut :
v
Survey Resarch yaitu penelitian yang menggunakan metode survei berfungsi untuk
mengambil generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam.
v Case
study yaitu penelitian untuk merumuskan suatu kasus atau kejadian dengan
menggunakan prinsip logika kausalitas (sebab akibat).
v
Experimental yaitu penelitian dengan melakukan percobaan untuk mengetahui
pengaruh satu atau lebih variabel tertentu terhadap variabel yang lain secara
terkontrol. Untuk menghindarkan adanya kemungkinan faktor penganggu atau
pengaruh variabel lain maka percobaan dilakukan dilaboratorium.
v
Naturalistic reseach yaitu penelitian pada kondisi objek ilmiah.
v
Policy research yaitu penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah sosial
yang mendasar. Dan memerlukan analisa yang mendalam sehingga hasil penelitian
dapat melakukan prediksi. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada pembuat
keputusan yang berguna dalam hal perencanaan.
v
Action research yaitun pengujian prosedur yang mengikat tindakan suatu individu
atau kelompok yang akan menghasilkan perubahan perilaku, situasi dan organisasi.guna
untuk mengetahui tindakan yang dihasilkan suatu prosedur.
v
Evaluation research yaitu untuk membandingkan suatu kegiatan, kejadian dan
produk dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bersifat memberikan
penilaian.
v
Historical research (sejarah) yaitu berkenaan dengan analisis yang logis
terhadap kejadian-kejadian dimasa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk
merekonstruksi sejarah masa lalu. (dalam awangga.N.suryaputra,2007.Desain
Proposal Penelitian. Yogyakarta: pyramid publisher)
E. Berdasarkan
Bidang Ilmu
Ragam
penelitian ditinjau dari bidangnya adalah penelitian terhadap pendidikan,
keteknikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan dan
sebagainya.
Ilmu dapat
dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara
sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau
hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji
(mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Penelitian deduktif
diarahkan oleh hipotesis yang kemudian teruji atau tidak teruji selama proses
penelitian. Penelitian induktif diarahkan oleh keingintahuan ilmiah dan upaya
peneliti dikonsentrasikan pada prosedur pencarian dan analisis data (Buckley
dkk., 1976: 23).
Penelitian ditinjau dari bidang ilmu yang diteliti yaitu :
·
Penelitian Sosial, secara khusus
meneliti bidang sosial: Ekonomi, Pendidikan, Hukum, dsb.
·
Penelitian Eksakta, secara
khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.
·
Engineering
F. Berdasarkan Tempat Penelitian
Penelitian
yang paling banyak dilakukan adalah penelitian kancah atau penelitian lapangan.
Sesuai dengan bidangnya, maka kancah penelitian akan berbeda-beda tempatnya.
Peneitian pendidikan mempunyai kancah bukan saja disekolah tetapi dapat dapat
dikeluarga, masyarakat, pabrik, rumah sakit, asal semua mengarah terhadap
tercapainya tujuan pendidikan.
1. Penelitian Kepustakaan (libarary research), yaitu
penelitian yang dilaksanakan di perpustakaan.
2. Penelitian laboratrium (laboratory research), yaitu
penelitian yang dilaksanakan di laboratorium. Penelitian ini sering digunakan
dalam penelitian eksperimen.
3. Penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian ang
dilaksanakan di suatu tempat, dan tempat itu diluar perpustakaan dan
laboratorium.
G.
Berdasarkan Waktu Penelitian
Berdasarkan dimensi waktu, kita bisa
membedakan penelitian menjadi penelitian cross-sectional dan penelitian
longitudinal. Untuk membedakan antara keduanya, kita bisa menggunakan
pertanyaan apakah penelitian yang kita lakukan akan diperbandingkan dengan
penelitian lain yang dilakukan dalam waktu yang berbeda atau tidak? Jika ya,
kita bisa katakan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian longitudinal,
sedangkan jika tidak, penelitian tersebut merupakan penelitian cross-sectional.
1. Penelitian Cross-sectional
Penelitian ini adalah penelitian
yang dilakukan dalam satu waktu tertentu. Penelitian ini hanya digunakan dalam
waktu yang tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain di waktu yang
berbeda untuk diperbandingkan.
Satu hal yang perlu diingat bahwa
pengertian satu waktu tertentu tidak bisa hanya dibatasi pada hitungan minggu,
hitungan bulan, atau hitungan tahun saja. Tidak ada batasan yang baku untuk
menunjukkan satu waktu tertentu. Akan tetapi, yang digunakan adalah bahwa
penelitian itu telah selesai. Dengan demikian, bisa saja seorang melakukan
penelitian di bulan Januari, kemudian karena ada keperluan mendesak, pada bulan
Februari dan Maret, ia kembali ke rumahnya. Pada Bulan April, ia kembali lagi
ke lapangan untuk meneruskan mengumpulkan data. Sekalipun penelitian mendatangi
lokasi penelitian sebanyak dua kali, ia tetap dikategorikan melalukan
penelitian cross-sectional. Dengan demikian, konsep satu waktu tertentu
dalam satu penelitianlah yang digunakan untuk menentukan bahwa penelitian
tersebut merupakan penelitian cross-sectional.
2. Penelitian
Longitudinal
Penelitian jenis ini dilakukan
antarwaktu. Dengan demikian, setidaknya terdapat dua kali penelitian dengan
topik atau gejala yang sama, tetapi dilakukan dalam waktu yang berbeda. Ingat
bahwa tidak berarti jika ada dua penelitian yang dilaklukan dalam waktu yang
berbeda dengan topik yang sama selalu dikategorikan ke dalam penelitian
longitudinal, tetapi ada katakunci yangharus dipegang, yaitu adanya upaya
perbandingan antara hasil penelitian. Dengan kata lain, penelitian longitudinal
sudah direncanakan sejak awal penelitian, dan bukannya secara kebetulan
terjadi.
Apa contoh penelitian yang bukan
penelitian longitudinal? Misalnya saja tahun 2000 ada seorang peneliti yang
melakukan penelitian tentang Perusahaan Ansur. Tahun 2004 ternyata ada seorang
peneliti yang sama. Kedua penelitian ini tidak bisa dikategorikan ke dalam
penelitian longitudinal karena masing-masing berjalan sendiri. Kita bisa
kategorikan terdapat dua penelitian cross-sectional. Penelitian
longitudinal merupakan penelitian yang mencoba melihat perubahan yang terjadi.
Penelitian longitudinal bisa kita bagi lagi ke dalam tiga bentuk, yaitu sebagai
berikut :
a. Penelitian
kecenderungan, yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama dengan
waktu yang berbeda, serta responden atau informan yang berbeda. Contoh yang
paling sederhana adalah penelitian tentang gaya hidup. Kita akan melakukan
penelitian tentang gaya hidup dengan melakukan perbandingan antara gaya hidup
di tahun 70-an dengan gaya hidup di tahun 90-an. Orang-orang yang diteliti bisa
saja berbeda, tetapi gejala atau topik yang diteliti adalah sama.
b. Penelitian panel,
yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama dengan waktu yang
berbeda, dan responden atau informan yang sama. Dengan penelitian ini,
seseorang akan diteliti minimal sebanyak dua kali. Misalnya saja kita ingin
melihat bagaimana pilihan responden terhadap presiden sebelum putaran pertama
dan setelah putaran kedua. Orang-orang yang diteliti merupakan orang yang sama.
Permasalahan yang sering kali muncul dalam penelitian ini adalah jika jangka
waktu antara penelitian yang satu dengan penelitian yang lain berdurasi cukup
lama sehingga ada kemungkinan responden yang dulu dijadikan sampel, kini sudah
tidak bisa ditemui lagi, misalnya karena sudah meninggal dunia atau bisa juga
karena sudah pindah rumah.
c. Penelitian
kohort, yaitu penelitian-penelitian terhadap gejala yang sama, yang dilakukan
pada waktu yang berbeda dengan responden atau informan yang memiliki
karakteristik yang sama. Dengan demikian, orang-orang yang diteliti berbeda,
tetapi mereka memilili ciri-ciri yang sama. Ciri-ciri ini bisa berbentuk apapun
juga. Bisa saja mereka memiliki kesamaan pengalaman hidup, kesamaan tempat tinggal,
kesamaan keturunan, kesamaan latar belakang pekerjaan, dan sebagainya. Misalnya
kita akan melakukan penelitian di tahun 1990 kepada orang-orang yang berusia 45
tahun. Tahun 2000 kita melakukan penelitian yang sama dengan orang-orang yang
berusia 55 tahun. Karakteristik apa yang sama? Mereka adalah orang-orang yang
lahir pada tahun 1945.
Tabel 3.1. Ciri-ciri Penelitian Longitudinal
|
Topik
|
Waktu
|
Subjek/Objek penelitian
|
Trend study
|
sama
|
beda
|
beda
|
Panel study
|
sama
|
beda
|
sama
|
Cohort study
|
sama
|
beda
|
karakteristik sama
|
Dengan demikian, karakteristik yang sama adalah tahun
kelahiran. Tidak hanya itu, ternyata peneliti menginginkan agar semua orang
yang diteliti pada tahun 1965 berusia 20 tahun sehingga dapat mengetahui
tentang kejadian pemberontakan G 30 S PKI, dan sama-sama mengalaminya.
H.
Berdasarkan Taraf Penelitian
a.
Penelitian deskriptif
· Hanya menggambarkan keadaan objek.
· Analis kualitatif
· Tanpa pengujian hipotesis
b. Penelitian inferensial
· Penarikn kesimpulan dengan pengujian hipotesis
Oleh :M. Anshar Amran (NIM. 35106001), Mahasiswa Program Doktor, Program Studi
Teknik Geodesi dan Geomatika, Sekolah Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung
8. Penelitian berdasarkan bidang ilmu
a. Penelitian Esakta
· Penelitian esakta lebih mengutamakan data dari hasil-hasil eksperimen.
· Penelitian ini sebagian besar dengan perhitungan-perhitungan dan analisis
kuantitatif. Dapat diadakan kapan saja, dan bila di tes lagi, peluang terjadi
persamaan lebih besar. Dengan kata lain, generalisasikan dapat diterapkan pada
penelitian lain, sejauh variabelnya sama. Contohnya, daya tembus sinar
radioaktif (α, β, γ). Dibagi menjadi beberapa disiplin ilmu, yaitu
– Biologi –
Astronomi
– Kimia –
Geologi
– Fisika –
Geografi
– Kedokteran
b. Penelitian non-Esakta
· Penelitian non-esakta lebih menekankan pada pola-pola hubungan dan tatanan
dalam masyarakat.
· Kejadian bersifat situasional dan dinamis, tergantung pada kondisi
sosiokultural masyarakat. Pengolahan data menggunakan analisis kualitatif Sulit
digeneralisasikan meskipun variael-variabelnya sama. Contohnya, penelitian mengenai
budaya masyarakat migran, presepsi masyarakat terhadap modernisasi. Dibagi
menjadi beberapa bidang ilmu diantaranya
– Agama/Teologi –
Pendidikan
– Sejarah –
Psikologi
– Antropologi –
Filsafat
– Sosiologi
Sumber